Senin, 09 Februari 2015

Ekologi Hutan part 1

Hai guys kembali lagi bersama saya... sekarang saya mau berbagi informasi tentang salah satu mata kuliah di departeman saya, yaitu Ekologi Hutan. Apa sih Ekologi Hutan itu,  Apa saja yang dipelajari dalam materi ini, apa saja manfaat dan tujuan mempelajari Ekologi Hutan. oke kalau begitu langsung aja yuk...
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti rumah/ tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu (Ernest Haeckel), sehingga definisi dari Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan mahluk hidup lainnya serta dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan definisi dari Hutan sendiri ialah masayarakat tumbuhan yang didominasi oleh pohon-pohon yang empunyai keadaan lingkungan berbeda dengan lingkungan luar hutan serta mempunyai luas minimal seperempat hektar.  Dengan definisi dari Ekologi dan Hutan itu sendiri maka didapat definisi dari Ekologi Hutan, yaitu cabang ekologi yang khusus mempelajari hubungan timbal balik masyarakat hutan dengan lingkungannya.
Dalam cabang ilmu Ekologi Hutan ini ada dua bidang kajian, yaitu Autekologi dan sinekologi. Autekologi merupakan bidang kajian yang lebih mempelajari hubungan jenis organisme dengan lingkungannya, sehingga biasanya penyelidikannya lebih condong ke arah fisiologi tumbuhan, misal pengeruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan jenis Shorea leprosula, pengaruh dosis pupuk N terhadap pertumbuhan jenis sengon. Sedangkan Sinekologi ialah bagian ekologi yang mempelajari hutan sebagai ekosistem, seperti pengaruh keadaan tempat tumbuh terhadap komposisi, struktur, dan produktivitas lahan.
Ekologi Hutan juga mempunyai sangkut paut dengan ilmu lain seperti Taksonomi tumbuhan, geologi dan Geomorfologi, Ilmu Tanah, Klimatologi, Geografi Tumbuh-tumbuhan (Phytogeografi), Fisiologi tumbuh-tumbuhan dan biokimia,  Genetika tumbuh-tumbuhan, serta Matematika dan Statiska. Ilmu-ilmu inilah yang mendukung ekologi hutan.
Jadi setelah mengerti apa itu Ekologi Hutan, bidang kajian dari Ekologi Hutan, dan Ilmu-ilmu apa aja yang mendukung Ekologi hutan, maka didapat Manfaat dan tujuan mempelajari Ekologi Hutan ialah dapat menjelaskan ekologi hutan itu sebagai ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik anatara masyarakat hutan dengan lingkungannya sebagai suatu dasar pengelolaan hutan tropika



Minggu, 08 Februari 2015

Kaktus

Hai guys,,,, kembali lagi bertemu dengan saya,, hehehe :). Sekarang ini saya ingin berbagi cerita tentang tanaman yang berduri satu ini,,, apakah ini??? Yaps tanaman ini bernama Kaktus. Guys,,,, ternyata tanaman kaktus masuk dalam kategori Apendiks I dan II CITES. Pasti kalian ga nyangka kan????. Okelah daripada penasaran langsung aja deh,,, saya uraikan tentang keunikan kaktus, manfaat kaktus, dan lain-lain...

Kaktus termasuk dalam famili Cactaceae . Tanaman kaktus biasa hidup di wilayah kering seperti gurun. Tanaman ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan air yang sangat baik. Alasan kenapa kaktus dapat menyimpan air dengan baik ialah karena kaktus mempunyai akar yang panjang dan menjalar ke bawah tanah, sehingga membantu untuk menyerap air dan menyimpannya. Selain akar panjang yang menjalar ke bawah tanah, kaktus juga mempunyai bentuk  batang yang bervariasi yang juga membantu menyimpan air. Tanaman ini membuka stomatanya pada malam hari dan menutupnya pada siang hari. Pada malam hari, tanaman ini menyerap CO2 dari lingkungan yang akan digunakan untuk proses fotosintesia pada siang hari. Pada batang kaktus banyak terdapat duri-duri yang panjang dan tajam. Duri-duri ini merupakan modifikasi bentuk daun dari kaktus. Kaktus juga mempunyai bunga yang disebut “SABRA” yang tumbuh di bagian ketiak (aerola). (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm). Sebenarnya kaktus merupakan tanaman yang jarang berbunga. Proses pembungaan tanaman ini membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Namun bunga kaktus ini sangat indah, kerana mempunyai warna yang bermacam-macam dengan ukuran yang mencapai setengah dari ukuran batangnya. 
Tanaman kaktus juga sering terkena hama. Hama yang sering menyerang tanaman Kaktus ialah Tungau dan Kutu yang menghisap cairan dalam kaktus, sehingga menyebabkan kaktus menjadi layu dan lama-kelamaan menjadi kering. Selain hama, tanaman kaktus juga sering diserang oleh infeksi bakteri dan cendawan. Kaktus yang terinfeksi bakteri dan cendawan akan mati. 
Kaktus dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias, karena mempunyai morfologi yang unik. Namun ternyata, kaktus juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, salah satunya spesies Opuntia. Spesies ini dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan kosmetik, dan obat-obatan. Selain Opuntia, spesies Carnegia gigantea juga pernah dimanfaatkan untuk pembuatan tepung, dan akar dari spesies Echinocactus platycanthus juga dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan permen. 

Jumat, 06 Februari 2015

Cinta Tak Berpihak pada Masa Lalu

Cinta Tak Berpihak pada Masa Lalu

Ketika sang fajar mulai menyingsing, Karina mulai berjalan menapaki jalanan kerikil di sepanjang gang kecil yang menuju kearah rumahnya. Kirana berjalan tanpa ada gairah sedikitpun, kepalanya tertunduk lesu seperti orang yang baru kalah tanding. Matanya sembab, rambutnya terlihat kusut karena tidak disisir, mukanya pucat karena semalaman dia kehujanan di halte bus depan sekolahnya. Semalaman rela diguyur hujan demi menunggu seseorang yang sangat berarti bagi dirinya. Seseorang itu ialah Putra. Kirana dan Putra berjanji akan bertemu di halte bus depan sekolah, untuk membahas kelanjutan hubungan mereka. Namun pada kenyataannya Putra tidak kunjung datang setelah bel berakhir pelajaran berbunyi. Putra adalah anak kelas XII yang sebentar lagi akan beranjak ke perguruan tinggi. Sedangkan Kirana masih duduk di bangku kelas XI. Dia dan Putra menjalin hubungan sejak setahun yang lalu. Hubungan mereka diawali dengan pertemuan yang konyol saat di kantin sekolah. Mereka berdua sama-sama mengambil minuman dingin di lemari pendingin milik salah satu pedagang di kantin dan kebetulan minuman itu satu-satunya yang tersisa. Mereka berdua sama-sama keras kepala. Hingga penjaga kantin melerai pertengkaran mereka. Namun tetap saja tidak ada yang mau mengalah, hingga pengunjung kantin yang lain memperhatikan mereka. 
“Mbak dan Mas nya ini kenapa ya?” Padahal masih banyak minuman yang lain yang tersisa di lemari pendingin.” kata ibu kantin
“Tidak mau, aku maunya ini!” kata mereka berdua secara bebarengan dengan memegang botol minuman tersebut.
“Ya sudah kalau tidak ada yang mengalah, lebih baik sekarang pergi dari tempat saya saja, saya tidak mau kehilangan pelanggan hanya karena ulah kalian yang mengganggu ketenangan mereka” gertak ibu kantin
Mereka berdua langsung bergegas keluar dari kantin sekolah dengan muka ditekuk. Mereka berjalan ke kelas masing-masing, tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi Sampai di kelas muka Kirana masih ditekuk. Melihat muka sahabatnya ditekuk, Marsha langsung menghampiri dan bertanya, 
“Kenapa mukamu ditekuk Kir?”
“Aku lagi sebel sama cowok kelas XI yang alay dan sok ganteng” jawab Kirana dengan nada agak tinggi dan dengan raut muka merah karena menahan emosi.
“Cowok kelas XI yang alay dan sok ganteng? Siapa maksud mu Kir” selidik Marsha.
“Itu loh... Si Putra anak kelas XI IPA 1 ketua tim Jurnalis SMA kita”. Jawab kirana dengan ekspresi datar.
“Ya ampun Kirana, ada-ada aja kelakuan mu ini. Berani-beraninya kamu buat masalah dengan kakak yang satu itu. Dia kan salah satu orang yang terkenal di sekolah ini dan jika kamu punya masalah dengan dia pasti akan berbuntut dengan teman-temannya.” jawab Marsha dengan nada agak lirih karena takut terdengar oleh teman-teman yang lain.
“Tereksis? Orang kayak gitu terkenal”  jawab Kirana dengan mengernyitkan alis.
“Kirana kamu ini emang tidak tahu apa pura-pura tidak tahu? Dia itu salah satu cowok incaran para cewek-cewek cantik di sekolah ini. Selain itu dia juga pintar, jago nulis, baik, dan cakep lagi.” jawab Marsha sambil tersenyum dan membayangkan wajah Kak Putra.
“Apa pintar? Baik? Cakep? Kayak gitu kok baik. Kelakuannya aja kayak anak kecil.” jawab Kirana menunjukkan tanpa respon.
“Emang kalian itu barusan ngapain?” Tanya Marsha.
“Aku itu barusan di usir sama ibu kantin gara-gara dia merebut minuman yang aku inginkan, padahal minuman itu tinggal satu-satunya. Sedangkan aku yang buka lemari pendinginnya, eh dia datang dengan enaknya langsung nyerobot minuman itu. Gimana gak sebel? Emang aku pesuruhnya?” jawab Kirana dengan nada sewot. 
“Hahahaha, kalian lucu kayak anak kecil”.  goda Marsha.
“Lho malah ketawa, apaan sih yang lucu. Tidak ada yang lucu kali!” bentak Kirana.
“Iya aku cuma bercanda kali Kir, jangan marah gitu dong. Emang gak ada minuman yang lainnya, mesti masih banyak kan minuman yang lainnya kan.” jawab Marsha dengan nada lembut.
“Udah ah, aku capek ngomongin itu, tidak ada gunanya”. Potong Kirana.
Bel berakhirnya pelajaran sudah berbunyi. Seluruh siswa keluar dari kelas, seperti lebah yang keluar dari sarangnya. Tetapi tidak bagi Kirana. Dia masih duduk melamun dengan menopang dagu. Pikirannya mulai memutar ulang kejadian tadi siang. Dipikirannya mulai tergambar muka Kak Putra. Dia mulai kepikiran dengan omongan Marsha, bahwa Kak Putra itu baik, cakep, pintar, dan jago nulis. Dia mulai tersenyum ketika muka kak Putra mulai memasuki pikirannya. Namun tidak lama kemudian, lamunannya hilang ketika pak Warso menepuk punggung Kirana. 
“Astaghfirullah,” teriak Kirana spontan.
“Neng, ngapain masih disini? Mau jaga kelas ini?” goda pak Warso.
“Enggak lah pak, saya cuma malas saja pulang kerumah tadi masih panas pak” jawab Kirana sambil senyuman.
“Tapi tadi bapak lihat kamu melamun. Ayo ngelamunin siapa??” selidik pak warso
“Ah bapak ini, bisa aja. Tidak kok pak, saya tidak ngelamunin siapa-siapa” jawab Kirana sambil berkemas.
“Oh ya sudah, menurut Bapak kamu lekas pulang, hari sudah mulai sore nanti orangtua neng nyariin neng.” pak warso nasehati Kirana.
“Iya pak, ini saya juga sudah mau pulang. Saya tidak mau dikatain penjaga kelas sama bapak lagi”. Ledek Kirana sambil tersenyum.
Kirana pun lekas meninggalkan kelas. Dia menunggu bus di halte depan sekolahnya. Tidak lama kemudian bus yang dia tunggu datang juga. Dia memasuki bus dan tidak lama kemudian dia turun di depan gang rumah dia. Dia jalan menapaki gang kecil berkerikil. Beberapa menit kemudian dia sampai depan pintu rumahnya. Dia mulai memasuki rumah dan langsung masuk kamarnya. Seperti biasa tidak ada orang di rumahnya, semua terlihat kosong, sunyi seperti tidak berpenghuni. Kirana mulai mengganti pakaiannya dan mulai berjalan menuju ruang makan. Dia membuka penutup makanan yang ada di meja makan. Namun wajahnya terkejut karena tidak ditemukannya secuil makanan sedikit pun. Dia lalu beranjak menuju lemari mencari bahan makanan yang dapat dimasak. Akhirnya dia menemukan sebungkus mie instan. Dia langsung memutuskan untuk memasaknya. Kejadian ini berlangsung sejak mamahnya memutuskan untuk bekerja. Mamahnya memutuskan bekerja karena menggantikan peran ayahnya yang sudah lima tahun meninggal. Mamahnya bekerja sebagai penjaga toko. Seketika itu hidupnya langsung berubah, hidupnya menjadi sederhana. Sebelum papahnya meninggal, kehidupan keluarga Kirana seperti kehidupan di kerajaan. Semuanya tersedia, bisa dikatakan jika berbicara di dalam hatipun langsung datang barang yang diinginkan. Namun keadaan berubah karena perusahaan yang dikelola ayahnya bangkrut. Bangkrutnya perusahaan ini karena dikhianati oleh salah satu karyawan kepercayaan Papah Kirana. Karyawan kepercayaaan Papah Kirana bernama Subroto. Rumah, mobil, dan aset berharga disita oleh Bank untuk membayar hutang-hutang perusahaan. Lebih kejamnya lagi karyawan kepercayaannya itu kabur tanpa jejak hingga saat ini, dia seolah lepas tangan dengan kejadian ini. Minta maafpun tidak terucap dari mulutnya. Hal inilah yang membuat perubahan dari sejarah hidup Kirana dan Mamahnya. Dengan keadaan ini Kirana harus belajar di sekolah biasa dan tinggal di rumah yang sederhana. Awalnya dia tidak bisa menerima kejadian ini, dia selalu menangis jika mengingat kemewahan yang dahulu dia punya. Namun lambat laun Mamahnya bisa merubah pandangan Kirana akan kejadian ini.

Keesokan harinya Kirana kembali menjalani rutinitasnya. Dia kembali berjalan menyusuri gang kecil menuju jalan kota. Dia berangkat ke sekolah dengan menaiki bus umum. Beberapa menit kemudian dia sampai depan sekolahnya. Tiba-tiba ketika dia ingin masuk ke gerbang dari belakang dia ditabrak oleh seorang cowok berpostur tubuh tinggi. Dengan suara terkejut dia langsung berteriak, “hei!! Punya mata gak sih??” dengan kepala menengok ke cowok itu.
“Eh... Maaf, aku gak sengaja..” jawab cowok itu dengan nada pelan sambil membenarkan tas yang dibawanya.
“Oh kamu toh... Pantas jalannya gak bener. Emang gak punya mata” kata Kirana sinis. 
“Apa kamu bilang?? Gak punya mata??” jawab cowok itu.
“Iya gak punya mata, kenapa tidak terima?” bentak Kirana.
“Dasar cewek aneh, kan sudah dibilang kalau aku tidak sengaja masih saja ngata-ngatain.” bantah cowok itu.
“Eh..eh enak saja ngatain aku cewek aneh. Kemarin juga kamu datang tiba-tiba dan dengan enaknya kamu nyerobot minuman yang aku inginkan. Sekarang  nabrak-nabrak gak jelas”.
“Oh pantas, kamu itu cewek aneh yang kemarin di kantin sekolah yang sudah mempermalukan aku di depan banyak orang?’ jawab cowok itu (yang ternyata Kak Putra).
“Salah siapa tiba-tiba nyerobot minuman yang aku inginkan, padahalkan aku yang sudah buka kulkasnya duluan. Bukan salah aku dong kalau aku berbuat itu sama kamu. Emang dikata aku pesuruh mu? Yang mau-maunya bukain kulkas buat kamu” balas Kirana.
Pertengkaran mereka berdua selesai ketika tangan Kirana ditarik oleh Marsha. Kirana dibawa ke kelasnya. Marsha melakukan itu karena khawatir jika kelakuan Kirana hanya berujung pada masalah saja.
“Mar, maksutmu apa narik tanganku seenaknya saja. Sakit tahu!” sentak Kirana sambil melepaskan tangan Marsha yang memegang tangannya.
“Kir emang kamu tidak malu dilihatin oleh banyak orang, bertengkar di depan pintu gerbang. Nanti kalau guru tahu kamu bisa dipanggil dan dapat surat peringatan (SP). Emang kamu mau orang tuamu dipanggil hanya karena hal yang memalukan begitu” kata Marsha dengan nada bijaksana.
“I..Iya juga sih,” jawab Kirana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Makanya kalau berbuat itu harus dipikir dahulu, jangan asal bertindak. Bisa-bisa nanti kamu sendiri yang menerima akibat buruknya.” nasehat dari Marsha.
Sahabatnya ini memang terlihat dewasa dibanding Kirana. Marsha memang sering menasehati Kirana. Walaupun persahabatan mereka dikatakan memang belum lama, namun kedekatan mereka tidak bisa dipungkiri lagi. Marsha merupakan anak pertama di keluarganya dan berasal dari keluarga yang sederhana, makanya perawakan dia lebih dewasa daripada Kirana. 
*******
Setelah kejadian tabrakan di depan gerbang pagi itu, pertemuan antara Kirana dengan Kak Putra menjadi sangat sering. Semakin sering mereka ketemu membuat benih-benih cinta diantara mereka tumbuh. Diantara satu sama lain saling merindukan jika tidak bertemu. Lama kelamaan cinta mereka terus bersemi ketika Kak Putra mengungkapkan perasaan yang dimilikinya kepada Kirana, begitu pula dengan Kirana. Dia menerima pernyataan cinta dari Kak Putra. Cinta mereka semakin hari semakin erat. Hingga pada suatu hari terbuka sebuah rahasia besar jika Putra merupakan anak dari seorang karyawan kepercayaan dari Papah Kirana. Karyawan itu bernama Bapak Subroto. Kirana tidak dapat menerima semua ini meski hatinya tidak mau berpisah dengan Putra. Akan tetapi hatinya juga tak mau menerima seseorang yang sudah membuat nasib keluarganya sengsara. Kemudian Kirana memutuskan untuk berpisah dengan Putra. Namun hal ini tidak seperti yang dirasakan oleh Putra. Putra tetap tidak mau pisah dengan Kirana, karena Putra merasa Kiranalah sosok wanita yang diciptakan oleh Tuhan hanya untuk dia seorang. Walaupun dimasa lalu keluarga Putra sudah membuat keluarga Kirana hancur, Putra berjanji akan membayar lunas perlakuan ayahnya kepada keluarga Kirana. Dia hanya ingin tetap bersama dengan Kirana. Namun Kirana tetap tidak mau menerima semua keadaan ini. Dia tetap bersikeras ingin pisah dengan Putra, karena bagi Kirana bersama Putra hanya akan mengingatkannya dengan masa lalu yang kelam. Dia tidak mau memulihkan luka yang sudah lama dia obati. 
Akhirnya hubungan percintaan mereka tidak tahu arahnya, karena dalam pertemuan terakhir Kirana dengan Putra tidak berjalan lancar. Putra tidak mau bertemu dengan Kirana, karena dia tidak mau hubungannya berakhir. Dia masih sangat mencintai Kirana. 
Kasih sayang dan rasa cinta yang tulus datang dari orang di sekeliling kita yang benar-benar peduli dengan kita, misal saja orang tua. Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam hidup kita. Kasih sayang yang diberikannya untuk kita tida selalu langsung dalam bentuk mengasihi, terkadang orang tua juga menampakkannya dalam bentuk kemarahan. Mereka mengutarakan nasehat mereka dengan nada tinggi, dengan raut muka yang menggebu-gebu dan tak jarang juga dengan sedikit tindakan fisik. Namun, apa yang dilakukan mereka ini karena mereka sangat sayang dengan kita, beliau tidak ingin melihat kita menderita, melihat kita berada dalam keadaan yang tidak baik. Mereka hanya ingin melihat kita berdiri tegak dan dapat meraih mimpi-mipi kita. 
Tak jarang pula, orang tua kita menutupi rasa bahagia ketika kita berhasil dalam suatu hal. Mereka juga lebih sering mengatakan “lha baru segitu,,, jangan sombong dulu yang lain pasti ada yang lebih dari kamu”. Ucapan itu sontak membuat kita rendah diri, namun sebenarnya ucapan itu adalah sebuah nasehat untuk kita, jangan sampai kita berbangga diri dengan apa yang kita peroleh karena diatas langit masih ada langit. Sebenarnya dalam lubuk hati mereka, mereka sangat bangga dan bahagia karena kita dapat berhasil dalam titik itu. 
Jadi mulai sekarang sayangilah kedua orang tua kita, patuhilah apa yang mereka katakan, dan buatlah kedua orang tua kita selalu tersenyum.
Hai guys,,,, sudah lama tidak muncul lagi nih hehehe.... Pada kesempatan ini saya akan menulis sesuatu tentang seorang cewek, ya lebih tepatnya tentang sifat-sifat seorang cewek hehehe,,, yaps kalau gitu kita saya langsung aja akan menguraikan hal-hal tersebut....

Cewek merupakan mahluk yang sangat mudah meneteskan air mata. Sikap ini dilakukannya ketika dia merasa tidak pas dengan hatinya, seperti saat dia merasa kecewa, bahagia, menyesal, marah, dan lain-lain. Hal ini juga dipengaruhi oleh sifat Cewek banyak berfikir dengan hatinya, berbeda dengan cowok yang kebanykan berfikir dengan otaknya (lebih sering menggunakan logoka). Walaupun cewek lebih mudah meneteskan air mata, namun cewek adalah mahluk yang kuat. Dia mampu menahan, menyimpan, menyembunyikan perasaan yang dia rasakan. Cewek juga lebih susah mengekspresikan apa yang dia rasakan saat itu. Selain itu, cewek lebih mudah memaafkan dan mudah juga dibohongi. Sering kali cewek luluh hatinya terhadap seseorang yang dia sayangi. Dia akan memaafkan beribu-ribu kali ketika seseorang yang dia sayangi meminta maaf. Bahkan sebelum seseorang tersebut meminta maaf dia sudah memaafkannya. (sungguh luar biasa ya cewek ini hehehe :) )
Selain mudah meneteskan air mata dan mudah memaafkan, cewek juga lebih tahan dengan menunggu. Dia akan menunggu seseorang yang dia sayangi tanpa mengatakan kepada seseorang yang dia sukai. Dia akan menunggu sampai seseorang tersebut mengerti bahwa dia menyayanginya. Itulah cewek yang terlihat lemah ketika berhadapan dengan CINTA.

Selasa, 10 Juni 2014

Senin, 09 Juni 2014



Video ini adalah salah satu motivasi saya ingin mencari ilmu di IPB dan berkunjung ke Negeri Sakura. Semoga Video ini dapat memotivasi teman-teman semua....