Senin, 09 Februari 2015

Penyakit Hutan part 1

Hai guys,,, gimana nih kabarnya??? Semoga selalu bahagia ya... J. Saya kembali lagi nih dengan cerita baru,, hehehe. Di kesempatan ini saya ingin berbagi tentang Perlindungan Hutan. Apa itu perlindungan Hutan. Perlindungan huta adalah salah satu mata kuliah mayor Silvikultur (mata kuliah departemen kebanggaan nih hehe J). Oke deh daripada kebanyakan cerita tapi ga ada maknanya, mending langsung aja yuk kita kenalan dengan Mata kuliah Perlindungan Hutan....
Dalam mata kuliah perlindungan Hutan ini ada tiga objek kajian ilmu yaitu, ilmu penyakit tumbuhnan, hama dan penyakit tumbuhan, dan kebakaran hutan. Untuk sekarang saya akan mulai berbagi cerita tentang penyakit pada tumbuhan khususnya pohon.
Pohon dikatakan sehat atau normal itu jika pohon tersebut melaksanakan fungsi-fingsi fisiologisnya (normal) sesuai dengan potensi genetik terbaik yang dimilikinya. Fungsi-fungsi tersebut anatara lain, Pembelahan, diferensiasi, dan perkembangan sel; penyerapan air dan mineral dari tanah; fotosintesis dan translokasi hasil fotosintesis; metabolisme senyawa yang disintesis; dan reproduksi. Ada empat ciri-ciri pohon yang sakit atau tidak normal, diantaranya: tanaman tersebut secara fisiologis terganggu/tidak normal, gangguan tadi terekspresikan/ tampak dalam bentuk gejala, disebabkan oleh penyebab penyakit secara terus-menerus, dan secara ekonomis merugikan bagi manusia. Pembawa penyakit pada tumbuhan ada dua yaitu Abiotik dan Biotik. Abiotik terdiri dari air yang tercemar, suhu tinggi, suhu rendah, pestisida, kekeringan, salinitas, aerasi rendah, kekurangan mineral, tanah tercemar, dan polusi mesin. Sedangkan faktor Biotik terdiri dari, fungi, bakteri, mycoplasma, rickettsia, spiroplasma, viruses, insects, mites, nematodes, dan higher plants. Akibat dari serangan patogen baik abiotik maupun biotik ialah menghambat pertumbuhan, klorosis pada daun, Foliage diseases, Shoot blight, Vascular wilts, Sap rot (busuk ranting), Heart rot (busuk hati), Kanker, Gall, Root rot (Busuk akar), dan Root let (busuk ujung).
Perbedaan antara tumbuhan yang sakit karena faktor abiotik dan faktor biotik ialah tumbuhan yang terserang penyakit karena faktor abiotik akan menunjukkan gejala layu serentak pada suatu derah tersebut, sedangkan tumbuhan yang terserang penyakit karena faktor biotik akan layu secara bertahap /tidak serentak. Untuk tumbuhan yang terserang penyakit karena faktor abiotik dan faktornya itu air, maka jika tumbuhan tersebut diberi air maka tumbuhan tersebut akan pulih kembali asalkan tidak berada pada titik layu permanen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar